Perawatan
mengenai pemupukan yang kita berikan memang sangat dibutuhkan oleh tanaman.
Jangan tanggung-tanggung untuk memberikan pupuk pada tanaman pada saat meraka
akan berbuah. Jenis tomat yang berhasil di uji yaitu tomat besar dan tomat cery
untuk yang lainnya saya belum coba.
Prosess
hidup tanaman memiliki fase tertentu (pada penyerapan unsur hara), hal ini
harus bisa kita lihat pada saat apa tanaman membutuhkan asupan yang menyerap
banyak. Kita bisa lihat dari tanda-tanada yang mereka perlihatkan.
Sejauh ini
pupuk NPK mutiara saya rasa sudah memeberikan asupan yang sangat baik pada segi
pembuahan. Namun yang namanya pupuk kima nantinya akan memberikan dampak juga
pada tanah. Lama kelamaan jika kita tidak mengimbangi dengan pupuk organik maka
akan rusak setruktur tanahnya
Para
petani Indonesia sudah banyak yang membuktikan dan mempraktikan dengan
menggunakan pupuk NPK Mutiara. Dan untuk hasilnya kamu bisa buktikan sendiri
dilahan kamu.
Untuk cara
memberikan pupuk ini kamu jangan berlebihan, karena jika banyak diberikan juga
tidak semuanya tanaman menyerap seluruh pupuk itu menjadi makanan mereka.
Berikan pupuk NPK Mutiara 1 sendok makan.
Pemberianya
jangan terlalu dekat dengan akar beri jarak 8 cm atau 10 cm. Pemeberian pupuk
ini diberikan 1 bulan sekali, sebaiknya kamu selang-seling jadwalnya jangan
pupuk NPK terus menerus, berikan pupuk yang lainya juga.
Contoh :
Minggu
pertama pupuk NPK Mutiara
Minggu ke 6 atau minggu ke 7 kamu ganti dengan pupuk urea/KCL/phonska/SP-36, dan jenis pupuk lainnya.
Minggu ke 6 atau minggu ke 7 kamu ganti dengan pupuk urea/KCL/phonska/SP-36, dan jenis pupuk lainnya.
Pada
dasarnya pupuk NPK Mutiara berfokus pada kebutuhan inti sel tanaman yaitu
kandungan hara Nitrogen (N), Phosfor (P), dan Kalium (K). Ketiga unsur hara ini
sangat penting untuk metabolisme sel, pembentukan jaringan embrional (meristem),
pembentukan enzim dan hormon tumbuhan (fitohormon).
